SMAN 1 LEUWILIANG

Hallo friend ...saya siti maryam khotib dari MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan prodi manajemen pendidikan islam. 
Pada hari senin tanggal 02 maret 2020 saya telah melakukan pengamatan mengenai 8 Standar Nasional pendidikan Yang berbasis IT (informasion tecnologi). 

 
Analisis SWOT dari 8 Standar Nasional pendidikan SMA Negeri 1 Leuwiliang Bogor

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas kelompok
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu: Ibu Hana Lestari M.Pd







Disusun oleh:
1.    Haddad Ulum
2.    Neneng Wahidatul Asna
3.     Rinawati
4.     Rizka Isfani
5.    Siti Maryam Khotib

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Manajemen pendidikan islam
Institut agama islam sahid Bogor


Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta inayah-Nya kami senantiasa membuat serta menyelesaikan Makalah yang berjudul ‘’Analisis SWOT delapan Standar Mutu Pendidikan SMAN 1 Leuwiliang Bogor’’  dengan baik.
Solawat beserta salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda nabi besar Muhammad Saw, yang mudah-mudahan kita mendapatkan syafaat-Nya di yaumil akhir nanti.
Makalah hasil obsevasi ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah 'Sistem Informasi Manajemen' yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan kita semua.Aamin
Tidak terlupa, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian tugas observasi ini sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dari segi susunan kalimat, pemilihan kata ataupun isi materi. Maka dari itu dengan tangan terbuka serta kerendahan hati kami menerima saran dan kritik dari para pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.



Bab 1
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Sma negeri 1 Leuwiliang Bogor adalah lembaga kependidikan yang berkembang sejalur dengan arah standar pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan yang sesuai dengan standar nasional. Untuk mengetahui hal tersebut lebih jauh maka kami melakukan observasi mengenai standar nasional pendidikan berbasis sistem informasi manajemen di Sma negri 1 leuwiliang bogor dengan menggunakan metode Analisis SWOT yakni menggali informasi melalui kegiatan wawancara, melihat objek secara langsung dan dokumentasi.
B. Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan?
2.    Apa yang dimaksud dengan Analisis SWOT?
3.    Bagaimana hasil observasi di SMA negri Leuwiliang Bogor mengenai standar nasional pendidikan menggunakan metode Analisis SWOT.
C.     Tujuan
1.    Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan
2.    Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Analisis SWOT
3.     Mengetahui hasil observasi  di SMA negri Leuwiliang Bogor mengenai standar nasional pendidikan.


Bab II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Standar Nasional Pendidikan
Standar Nasional Pendidikan ialah suatu kriteria atau standar minimal terkait pelaksanaan sistem pendidikan yang ada di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Fungsi dari Standar Nasional Pendidikan ini ialah sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. Sedangkan tujuan utama dari Standar Nasional Pendidikan ialah untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat.
Menurut penjelasan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), berikut ini ialah 8 standar pendidikan nasional di Indonesia yaitu:

a.    Standar Isi
Hal-hal yang diatur dalam standar Isi mencakup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal untuk jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Di dalam standar isi terdapat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kelender pendidikan.
b.    Standar Kompetensi Lulusan
Pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik menggunakan Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Hal-hal yang diatur dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mencakup standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.
c.    Standar Proses Pendidikan
Dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menantang dan memotivasi peserta didik untuk aktif berpartisipasi. Proses belajar-mengajar ini juga memberikan ruang bagi kreativitas, prakarsa dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan psikologis/fisik para peserta didik.
d.    Standar Sarana Dan Prasarana
Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan sarana pendidikan seperti media pendidikan, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, perabot dan perlengkapan lainnya. Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan prasarana pendidikan seperti lahan, ruang kelas, ruang pendidikan, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang perpustakaan dan prasarana pendukung lainnya.
e.     Standar Pengelolaan
Standar Pengelolaan mencakup tiga bagian yaitu:
1. Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan.
2. Standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.
3. Standar pengelolaan oleh Pemerintah.
f.    Standar Pembiayaan Pendidikan

Beberapa hal yang termasuk di dalam Standar Pembiayaan Pendidikan ialah biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal.
1. Biaya investasi satuan pendidikan mencakup biaya pengadaan prasarana dan sarana pendidikan, modal kerja tetap dan pengembangan sumber daya manusia.
2. Biaya operasi satuan pendidikan mencakup gaji tenaga pendidik, peralatan pendidikan, biaya pemeliharaan saran dan prasarana, pajak, asuransi dan lain sebagainya.
Biaya personal mencakup biaya pendidikan yang harus dibayar peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar-mengajar.
g.    Standar Penilaian Pendidikan
Beberapa hal yang termasuk di dalam standar penilaian pendidikan diantaranya penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah.
h.    Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidika
Tenaga pendidikan atau guru harus mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat rohani dan jasmani serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan harus memiliki ijazah dan sertifikasi keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang belaku. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik ialah sebagai berikut:
1. Kompetensi pedagogik
2. Kompetensi kepribadian
3. Kompetensi profesional
4. Kompetensi sosial

B.    Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan (Johnson, dkk., 1989; Bartol dkk., 1991). Ruang lingkup analisis SWOT meliputi:
•    Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
•    Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
•    Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
•    Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.

C.    Hasil Observasi
a.    Standar Isi
1.)    Strength (S),
•    SMAN1 Leuwiliang sudah menerapkan K13 sejak tahun 2015.
•    Silabus dan RPP sudah dibuat menggunakan Sistem Informasi Teknlogi (komputer)
2.)    Weakness (W),
•    Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di Sekolah terlalu lama.
3.)    Opportunity (O),
•    SMAN1 leuwiliang menjadi sasaran utama para calon peserta didik dalam menentukan sekolah.
4.)    Threat (T),
•    Persaingan antar lembaga Sekolah negeri
5.)    Solution
•    Guru harus lebih bisa membuat materi pembelajaran yang padat menjadi lebih singkat, seperti kegiatan merangkum dan sebagainya. Tidak hanya itu guru juga bisa menerapkan pembelajaran joyful learning yaitu proses pembelajaran yang berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif.Dalam model joyful learning guru memberikan kebebasan peserta didik untuk mengeksplor potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Anak tidak dibatasi dalam suasana kelas yang monoton dan menjenuhkan, melainkan peserta didik dipersilahkan untuk belajar diluar kelas ataupun guru bisa membuat bahan ajar lebih menarik dan tidak monoton seperti membuat karya-karya animasi, buku elektronik, file atau video yang berbau materi kependidikan.
•    Perlu di ubah nya mindset atau pola pikir siswa dan tenaga kerja (Guru) agar tidak terbebani atas kebijakan K13.
•    Untuk proses pembelajarannya seharusnya sudah menggunakan buku digital agar siswa tidak ada alasan untuk tidak membawa buku.
b.    Standar Proses
1.)    Strength (S),
•    Daftar hadir siswa dan guru sudah menggunakan absensi digital (finger Print)
•    Sebagian Proses KBM ditunjang menggunakan proyektor.
•    Tersedianya Prasarana yang dapat menunjang kegiatan KBM.
2.)    Weakness (W),
•    Sering terjadi kesalahan dalam proses identifikasi absensi digital
•    Membutuhkan perawatan yang rutin.
•    Kegiatan UTS dan UAS masih berbasis kertas
3.)    Opportunity (O),
Siswa berpeluang untuk bersaing di Era Globalisasi yang serba digital.
4.)    Threat (T),
•    Pengawasan yang tidak dilakukan dengan ketat
•    Membuat siswa dapat mengakses jejaring sosial yang lain sehingga kegiatan kbm tidak efektif
5.)    Solution
•    Kegiatan uas atau uts seharusnya disegerakan menggunakan via elektronik seperti komputer atau bahkan bisa menggunakan telepon pintar, agar kegiatan tersebut lebih efektif dan juga efisien sekaligus mempermudah dalam pengimplementasiannya.
•    perlu perawatan atau penjagaan terhadap alat penunjang belajar.
•    Agar siswa mudah terdeteksi dengan baik saat menggunakan fingerprint tangan harus dalam keadaan bersih dan kering. 
c.    Standar Kelulusan
1)    Strength (S),
•    Data hasil lulusan sudah berbasis SIM sehingga mudah diakses
•    Lulusan SMAN1 Leuwiliang sudah terjamin dari segi kualitas kompetensi dan non kompetensi
2)    Weakness (W),
•    Tidak semua siswa SMAN 1 leuwiliang masuk PTN.
3)    Opportunity (O),
•    Lulusan SMAN1 leuwiliang memlik peluang yang besar masuk ke PT Negri favorit.
4)    Threat (T),
•    Pergaulan dan lingkungan yang buruk menjadi ancaman yang mengganggu konsentrasi belajar anak
5)    Solution
•    Ada banyak jalur masuk PTN sehingga peserta didik memiliki angka harapan yang tinggi untuk masuk ke ptn yang diinginkan. Dan tidak hanya itu jalur masuk perguruan tinggi sudah bisa diakses melalui handphone pintar.
•    Adanya bimbingan belajar online agar siswa berpeluang tinggi dalam lolos di PTN.
•    Seharusnya ada wadah data alumni yang berbasis IT.
d.    Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1)    Strength (S),
•    Dari 52 guru, 27 diantaranya adalah PNS dan 25 guru honorer
•    Kualifikasi guru S1 dan S2
•    Tenaga pendidik memiliki kompetensi yang sesuai (linier).
•    Data guru dan tenaga kependidikan sudah diakses di DAPODIK
2)    Weakness (W),
•    25 guru masih berstatus honorer
•    Sebagian guru masih memiliki jadwal di lembaga pendidikan lain
3)    Opportunity (O),
•    Peserta didik mudah memahami materi yang diberikan
•     Sekolah akan memiliki peluang meningkatkan mutu.
4)       Threat (T),
•    Adanya kebijakan pemerintah tentang mutasi pendidik dan ketenaga pendidikan
5)     Solution
•    Membuat group pembelajaran yang berbasis internet seperti e-learning sehingga peserta didik dapat belajar dimana dan kapan saja. Sehingga ketika guru berhalangan hadir peserta didik masih bisa mendapatkan pembelajaran yang semestinya mereka dapatkan. E-learning perlu diterapkan oleh tenaga pendidik seolah-olah peserta didik belajar secara konvensional, hanya saja dipindahkan ke dalam system digital melalui internet. Sehingga menghemat tenaga dan waktu.
e.    Standar Sarana dan Prasarana
•    Strength (S),
•    Bangunan sekolah milik sendiri
•    Lapangan cukup luas
•    Memiliki 5 laboratorium komputer, 1 laboratorium biologi, laboratorium fisika, dan laboratorium kimia
•    Memiliki 31 ruangan kelas yang cukup nyaman dan dilengkapi dengan speaker yang disediakan untuk memberikan informasi secara mudah.
•    Tersedia proyektor sebagai penunjang KBM.
•    Weakness (W),
•    Tidak tersedia laboratorium bahasa secara khusus
•    Ada beberapa toilet yang kurang nyaman
•    Opportunity (O),
•    Memudahkan peserta didik  dalam memahami materi pembelajaran
•    Melahirkan peserta didik dan lulusan yang berkualitas.
•    Menyiapkan peserta didik menjadi lulusan yang bisa bersaing di era globalisasi.
•    Threat (T),
•    Kerusakan yang tidak dapat diduga.
•     Lokasi SMAN1 Leuwiliang yang berdekatan dengan lembaga lain.
•    SolutionTingkatkan lagi kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana.
•    Mendata sarana dan prasarana yang kurang dan melaporkan sarana dan prasana yang perlu di lengkapi.
•    memantau dan merawat sarana dan prasarana agar saat terjadi kerusakan dapat cepat diperbaiki dan diganti.
f.    Standar Pembiayaan

1)    Strength (S),
•    Memiliki anggaran tetap dari pemerintah
•     Partisipasi peserta didik dalam pembiayaan sekolah
•    Pembayaran gaji guru pns via transfer
2)    Weakness (W),
•    Transaksi pembayaran SPP masih manual
3)    Opportunity (O),
•    Mengurangi terjadinya kegiatan penyelewengan gaji oleh oknum tertentu.
4)    Threat (T),
•    Ada sebagian siswa yang tidak tepat waktu dalam pembayaran SPP.
5)    Solution
•    Transaksi pembayaran yang manual, harus segera diubah menggunakan  cara atau sistem yang berbasis via transfer. Karena banyak keuntungan yang didapat jika menerapkan pembayaran via transper ini diantaranya; Keuntungan pertama yang dirasakan jika disekolah menggunakan akses pembayaran online adalah kenyamanan pembayaran bagi peserta didik. Dengan bertransaksi online,peserta didik tidak perlu repot membawa uang tunai, karena transaksi ini dapat dilakukan secara langsung lewat ATM atau bahkan dengan menggunakan gadget dan akses internet.Dengan bertansaksi secara online, semua mutasi anggaran sekolah akan tercatat dengan baik, akurat serta dapat diakses kapan saja. Dengan begitu, tenaga pendidik dan kependidikan dapat fokus dengan tugas yang lebih penting lagi, karena pencatatan sudah terekam. Jadi pelaporan ke pimpinan pun menjadi lebih mudah.
g.    Standar Pengelolaan
1)    Strength (S),
•    Memiliki rencana kegiatan sekolah yang pasti
•    Data peserta didik, guru dan staff  tenaga kerja sudah diakses dalam DAPODIK
2)    Weakness (W),
•    Rks dibuat berdasarkan tuntutan administrasi
•     Masih menggunakan local host
•    Alur PPDB belum bisa melalui jalur online
3)    Opportunity (O),
•    Standar pengelolaan yang baik terkhusus dalam pembuatan RKS turut menentukan akreditasi
4)    Threat (T),
•    Jika ada kerusakan pada laptop atau komputer yang di pakai input data, jadi tidak ada salinan data.
5)    Solution
•    Gunakan sistem berbasis internet dan rubah pemakaian sistem berbasis local host, karena jika terjadi kerusakan akan menimbulkan akibat yang fatal seperti kehilangan dokumen penting secara permanen. Tidak hanya itu jalur PPDB juga seharusnya sudah bisa dikases melalui akun atau web resmi sekolah tersebut.
h.    Standar Penilaian
1)    Strength (S),
•    Sman1 leuwiliang sudah menggunakan raport elektronik
•    Ujian nasional dilakukan dengan menggunakan sistem IT
•    Persiapan yang matang menjelang UN
2)    Weakness (W),
•    Koneksi lambat,
3)    Opportunity (O),
•    Mempunyai salinan data e-raport
•    Nilai dapat langsung terlihat
4)    Threat (T),
•    Kerusakan pada alat penunjang UN
5)    Solution
•    Tingkatkan kapasitas, sehingga koneksi bisa lebih cepat dan  mudah diakses.

Bab III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil observasi disimpulkan bahwasannya secara keseluruhan SMA Negri 1 Leuwiliang Bogor sudah memenuhi 8 standar nasional pendidikan berbasis sistem informasi manajemen, tetapi ada beberapa hal yang masih menggunakan sistem manual,dan mudah-mudahan hal tersebut dapat teratasi dengan baik.
B.     Saran
Sebelum melakukan observasi alangkah baiknya mempersiapkan waktu yang cukup baik dan lenggang karena observasi memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang relevan, dan tidak lupa menyusun kerangka pertanyaan secara terstruktur.



Daftar Pustaka

https://www.dosenpendidikan.co.id/standar-nasional-pendidikan/
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/ismanita/analisis-swot-sekolah-jenjang-sd-smp-dan-sma_5500679ca33311c271510a6b
http://abdmuhith.blogspot.com/2016/09/analisa-swot.html?m=1

Komentar

  1. Bagus yam... Namun alangkah lebih kecenya jika Narasumber nya juga ikut dicantumkan πŸ™πŸ˜Š mangaatse iyam πŸ˜‡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh iyh lupa πŸ˜‚
      Makasih mbakih sudah mengingatkan πŸ’•

      Hapus
  2. Wah info nya mantap sekali, semangat untuk tulisan berikutnya
    Semoga lebih baik lagiπŸ˜‰

    BalasHapus
  3. Wah mantap teh maryam, saranku tambahin foto hasil observasi nya biar lebih kece lagiπŸ˜‰πŸ˜‰

    BalasHapus

Posting Komentar