Nama : Siti Maryam Khotib
Prodi : Manajemen pendidikan Islam (MPI)
Matkul : Sistem Informasi Manajemen
Tugas ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem manajemen informasi
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
Tugas ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem manajemen informasi
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
Belajar di rumah bersama TVRI
Analisis mengenai daring di TVRI
Lembaga penyiaran publik TVRI mulai Senin mendatang hingga tiga bulan ke depan akan menyiarkan program belajar bagi siswa, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas guna membantu para pelaja7r belajar di rumah selama wabah Covid-19. Siaran program belajar kerja sama antara TVRI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga meliputi penayangan materi pengasuhan dan pendidikan anak untuk orangtua dan guru.
Pelaksana Harian Direktur Program dan Berita TVRI Usrin Usman menyatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu warga dengan akses internet terbatas mengakses program belajar sesuai rekomendasi Komisi X DPR ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rapat pada 27 Maret 2020. "Konten pembelajaran yang disajikan akan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, penumbuhan karakter, dan kecakapan hidup peserta didik yang disampaikan secara ringan dan menghibur," katanya. Menurut dia, program belajar akan ditayangkan Senin hingga Jumat dari pukul 08.00 hingga 23.00 WIB.Dituturkan Amhal Kaefahmi, pembelajaran di sekolah pun beralih ke moda pembelajaran daring, meski tak banyak guru yang siap dengan peralihan ini. Ketidaksiapan pendidik bukan hanya pada kurangnya ketrampilan dalam menggunakan sistem pengelolaan pembelajaran atau platformnya, melainkan juga pada kemampuan merancang dan mengelola pembelajaran dengan moda daring.
Pada sisi yang lain, orangtua murid mendampingi anak belajar dari rumah bisa menjadi kesempatan menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Berbekal pengalaman hidup, orangtua mempunyai peluang untuk menangkap momen pembelajaran ketika ada peristiwa atau contoh dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi bagian materi pembelajaran.
Kebijakan belajar dari rumah dan pembelajaran secara daring, menantang guru untuk menjelajah dunia maya dan nyata. Orangtua pun dituntut mau menjalankan peran sebagai mitra belajar bagi anaknya. Meski awalnya tertatih-tatih karena belum biasa, namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman para guru, mereka dapat memanfaatkan pembelajaran daring di masa mendatang.
Inovasi pembelajaran secara daring dan program belajar di rumah sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid- 19, bisa menjadi pengungkit gerakan merdeka belajar yang diserukan Mendikbud, yakni dari kelas-kelas konvensional sebelum pandemi corona menjadi pembelajaran daring. Oleh karena itu, Pembelajaran daring di TVRI sudah sesuai dengan sistem informasi manajemen pada pendidikan formal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memantau dan mengevaluasi siaran program belajar TVRI bersama dengan lembaga nonpemerintah.
Program ini dimulai Mulai dari 13 April hingga tiga bulan ke depan setiap harinya. Mendikbud, Nadiem Makarim menyebut, selain program pembelajaran, akan ada juga program bimbingan kepada orang tua untuk mendampingi anak belajar di rumah. Siaran "Belajar dari Rumah" dimulai dari pukul 8.00 hingga 10.30 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, sasarannya dimulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA maupun SMK.
Sedangkan pada pukul 10.30 hingga 11.00 WIB, Orang Tua akan menjadi sasaran progam ini. Selanjutnya program akan dimulai lagi pada rentang pukul 19.00-22.30 untuk umum dengan format film. Namun, khusus Sabtu dan Minggu tayangan akan diisi dengan gelar wicara atau talkshow, pertunjukan budaya hingga film. Jam penayangan diatur serupa dengan penayangan dari Senin hingga Jumat.
Berikut materi hingga pembahasan soal atau jawaban soal Lagu dan Pakaian Adat program Belajar dari Rumah TVRI pada Rabu, 29 April 2020. Pembelajaran tersebut, diperuntukkan untuk murid SD Kelas 1-3. Peserta Belajar dari Rumah akan belajar materi Lagu dan Pakaian Adat: Aceh, Kalimantan, dan NTT.Setelah materi disampaikan, maka peserta Belajar dari Rumah diberikan pertanyaan untuk dijawab.
Berikut materi, pertanyaan, dan pembahasannya:
Materi:
Pada pembelajaran kali ini, ada materi Lagu dan Pakaian Adat: Aceh, Kalimantan, dan NTT.
Pertanyaan:
1. Tuliskan 3 kata dari daerah Aceh dalam lagu Bungong Jeumpa. Tuliskan juga artinya dalam bahasa Indonesia.
2. Tuliskan 3 hal yang khas dari daerah Kalimantan Selatan yang sudah kamu lihat di tayangan tadi!
3. Tuliskan cerita singkat tentang kekhasan daerah asalmu. Minimal terdiri dari 8 kalimat.
Pembahasan
1. Ada beberapa kata dari daerah Aceh dalam lagu Bungong Jeumpa.
Kata tersebut, di antaranya bungong yang berarti bunga, buleun artinya bulan, juempa maksudnya cempaka, hingga meugah artinya terkenal.
2. Beberapa hal yang khas dari daerah Kalimantan Selatan:
- Pakaian perempuan, berupa kain sarung atau bawahan, baju koko atau atasan, ikat pinggang, sanggul dihiasi mahkota dan selop.
- Pakaian laki-laki, berupa celana panjang atau bawahan, baju berlengan pendek atau atasan, sarung atau luaran bawah, baju cekak musang atau luaran atas, aksesoris leher, topi laung, dan sepatu selop.
- Lagu daerahnya, yakni Ampar-ampar Pisang.
3. Setiap daerah memiliki kekhasan nya masing-masing.
Contoh jawa barat
Memiliki Tarian Tradisioanl Tari Jaipongan, Rumah Adat - Keraton Kasepuhan Cirebon, Pakaian Adat Tradisional - Kebaya, Alat Musik Tradisional - Angklung , Senjata Tradisional - Kujang ,Masakan Khas - Gurame Pesmol, Obyek Wisata - Tangkuban Perahu,, dan Lagu Daerah Jawa Barat – ES LILIN
Keluhan salah satu siswa
Sejumlah siswa mengaku terlewat menonton program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI yang dimulai Senin (13/4). Beberapa tak bisa mengikuti karena jaringan televisi yang buruk, dan ada juga yang terhalang tugas menumpuk. Haikal, seorang siswa kelas 8 SMP di Jakarta Selatan bercerita ia sudah bersiap di depan TV tepat pukul 10.30 WIB. Sejak Minggu malam, kata Haikal, wali kelas sudah meminta siswa di kelasnya menonton program Belajar dari Rumah di TVRI. Mereka juga diberi tugas untuk merangkum program televisi yang ditonton setiap hari. Namun ia gagal menonton program tersebut. Jaringan di saluran TVRI tidak jernih dan tayangan tidak bisa diakses. Dia tidak menggunakan televisi digital. "Mau nonton tapi 'renyek' gitu TV-nya. Antena juga sudah dibenerin nggak bisa. Renyek-renyek gitu. Akhirnya nggak jadi nonton. Sudah dibenerin gimana juga tetap enggak bisa," tuturnya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon. Haikal mengatakan hal ini dialami juga oleh teman-teman sekelasnya. Mereka berbondong meramaikan grup jejaring WhatsApp, mengeluhkan jaringan televisi di rumah. Bahkan ada yang mengeluh jaringan televisi terputus dan layar hanya berwarna biru. Ia pun bingung karena ditugaskan merangkum program televisi itu tiap hari. Akhirnya Haikal menyampaikan ke wali kelas terkait kendala ini. Namun wali kelas tidak menjawab keluhannya. "Sudah [disampaikan]. Tapi guru-gurunya enggak jawab. Yang jawab malah teman-teman aku di grup," tambahnya. Haikal bercerita ini pertama kali dirinya diminta belajar dari televisi selama belajar di rumah. Sebelumnya proses belajar dilakukan dengan google classroom, di mana guru tiap hari memberikan tugas.
Kelebihan dan kelemahan belajar di rumah bersama TVRI
Kelemahan
1. Setiap jenjang memiliki program berdurasi 30 menit, satu kali tayang per hari.Artinya dalam waktu 30 menit mungkin hanya satu mata pelajaran. Kalau mata pelajaran saja ada 13 misalnya di SMA. Artinya tidak semua di pelajari di televisi.
2. Siswa tidak bisa bertanya kepada sumber yang menjelaskan jika ada kebingungan. Untuk itu pembelajaran tidak bisa hanya diandalkan dari TV.
3. Kondisi ekonomi , artinya tidak semua memiliki smarphone atau media lainnya seperti televisi walau terlihat sederhana .
Kelebihan
1.Program Belajar dari Rumah di TVRI ditujukan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, menengah, menengah atas ,guru, dan orangtua.
2.Siswa dapat tontonan interaktif dan bisa terus aktif.
3. Orangtua tidak bingung mencari kegiatan untuk anak, menambah ilmu pengasuhan anak.
4. Guru sangat terbantu, ada pekerjaan rumah yang menyenangkan dan ringan, menambah wawasan.
5. Semakin mengenal budaya Indonesia dan menyaksikan film-film terbaik Indonesia.
6. layanan dari TVRI ini juga baik untuk mengantisipasi kesulitan sinyal internet di wilayah rumahnya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar program "belajar dari rumah" dengan menggunakan TVRI sebagai medianya. Program tersebut dibuat setelah pemerintah menerapkan pembatasan sosial karena masalah pandemik Covid-19. Namun dengan begitu pasti memiliki kelebihan dan kelemahannya. Karena tidak semua pro terhadap perubahan yang menjadikan adanya kendala atau kelemahan pada pembejaran daring ini.

Komentar
Posting Komentar