الاعت ـ راف بالجميل
Pengakuan keindahan
Nama : Siti Maryam Khotib
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam (semester 2)
NIM : 1920-04-009
Matkul : Bahasa Arab Kependidikan
Dosen pengampu : Bapak. Muzhir Ihsan M.Pd
Pengakuan keindahan
1. Jujur
Bukan hal yang mudah untuk menjadi seseorang yang jujur terutamanya di dunia yang tampaknya begitu abu-abu ini. Segala sesuatu menjadi begitu buram sehingga kebaikan dan keburukan-kebenaran dan kesalahan bercampur baur. Maka sudah saatnya mendekatkan diri kepada pemilik kebenaran sejati Yakni Allah Swt
Jujur dari kata yang amat sederhana, dan memiliki arti yang sederhana pula, yaitu “ mengakui, berkata atau memberikan suatu pernyataan/informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran”. Kejujuran juga harus dilakukan atau di praktikan dalam kehidupan sehari-hari.
Jujur merupakan sikap yang ada pada diri manusia. Akan tetapi kebanyakan manusia sulit menerapkan sikap jujur pada dirinya. Saat ini jarang sekali orang yang benar-benar jujur. Sikap jujur harus ditanamkan pada diri sendiri, dan harus mulai diterapkan pada usia dini. Menerapkan sikap jujur pada anak di usia dini sangatlah penting, karena dengan menerapkan kejujuran pada anak, akan membiasakan anak untuk berkata dan bersikap jujur.
Sikap jujur atau amanah merupakan salah satu sikap yang ada dan dimiliki nabi.
Nabi Muhammad saw bersabda
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِ إِلَى البِرِّفَإِنَّ البِرَّ يَهْدِ إِلَى الْجَنَّةِ . وَمَا يَزَلُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عٍنْدَ اللهِ صِدِّيْقاً
Kalian harus berbuat jujur, kerena kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Jika seseorang senantiasa berbuat jujur dan memperhatikan kejujuran, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (Mutafaq ‘alaih)
Perbuatan jujur akan mengundang kebaikan dan setiap kebaikan berbalas surga, begitu juga sebaliknya kebohongan dan dusta akan mengundang perbuatan jahat lainnya, perbuatan jahat akan menggiring manusia ke dalam palung neraka. Karenanya di dalam hidup ini, sifat jujur harus dipertaruhkan hingga tarikan nafas terakhir dengan harapan kelak dikumpulkan oleh Allah bersama orang-orang yang shodiqiin
Allah berfirman dalam QS: At Taubah: 119;
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”
Menyeluruh dalam artian jujur kepada kepada Allah, diri Sendiri dan berbuat jujur kepada orang lain. Jujur dengan keyakinan direalisasikan dengan cara melakukan perbuatan berdasarkan ketentuan syar’i secara ikhlas semata-mata karena Allah swt, sebab perbuatan karena makhluk (riya’) hakekatnya sama saja dengan perbuatan menipu Allah, orang yang riya’ perbuatannya hanya sebatas dhohir saja patuh dan mengabdi kepada sang khalik, namun bathinnya menghamba kepada makhluk. Bukankah Allah maha teliti atas segala perbuatan hambanya, perbuatan seperti ini masuk dalam kategori perbuatan orang munafik
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ.
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. “ (al-Baqarah: 9)
berati jujur dalam berkata berarti berkata dan membuat pengakuan sesuai dengan yang dilakukan, Adapun jujur dalam perbuatan adalah melakukan perbuatan yang sesuai dengan kehendak baiknya tanpa ditutupi.
jujur itu merupakan suatu sikap yg harus kita pegang dan harus kita punya. Kata jujur itu adalah kata sifat, yang mana seseorang akan melakukan sifat jujur secara konsisten, jika terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan dan karakter,begitu pula sebaliknya orang akan sulit untk jujur kalau tidak terbiasa dan menjadi karakter dirinya sendiri, contoh seseorang yg terbiasa makan d tempat nasi uduk memakan gorengan 5 dan mengaku 2 akan sulit dia merubah kebiasaan kl yg dilakukan sdh menjadi kebiasaan.
jujur juga terdapat jujur kepada orang lain , jujur kepada Allah dan jujur kepada diri sendiri .
- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada Allah adalah
Seseorang mengerjakan ibadah ikhlas karena mengharap ridha kepada Allah,
Seorang melakukan ibadah bukan karena mengharapkan pujian dari manusia
- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada orang lain adalah Berkata atau berbicara sesuai dengan faktanya, Tidak mencurangi timbangan, Mengatakan kualitas barang sesuai dengan kenyataan ketika berdagang, Melakukn sesuatu hal sesuai dengan kesepakatan yang ada
- Contoh perilaku seseorang yang dikatakan jujur kepada diri sendiri adalah Tidak memakasakan diri untuk mengambil suatu pekerjaan ketika kita tau pekerjaan tersebut jauh diluar kemampuan diri sendiri , Tidak memakai pakaian yang bertentangan dengan hati nurani hanya untuk terlihat cantik atau tampan.
jujur terhadap diri sendiri adalah ingin untuk menerima keadaan apapun yg terjadi meskipun terasa hasilnya itu menyakitkan tapi walau bagaimanapun kalau orang tersebut terbiasa jujur dia akan mudah mengucapkan nya apapun resikonya dan cara menanamkannya dengan pembiasaan sikap yang dimaksud jujur kepada diri sendiri yaitu menghilangkan segala bentuk penolakan yang membuat kita jauh pada kebenaran mengenai diri kita, tidak membohongi diri sendiri,tidak memaksakan diri kita untuk melakukan sesuatu. cara kita menanamkan sikap jujur terhadap diri sendiri yaitu dengan tidak memaksakan kehendak yg jelas-jelas kita mengetahui bahwa diri tidak mampu melakukannya,mengakui kesalahan yg telah diperbuat dan mengevaluasinya, dan percaya pada kemampuan yg dimiliki .
Lalu bagaimana dengan kebohongan untuk kebaikan ?
kata bohong adalah kata negatif yg tidak boleh d lakukan hanya ada pengecualian apabila kita dalam terdesak dan untk kebaikan diperbolehkan untk berbohong hanya untk kebaikan, Allah swt sendiri yg akan akan menjadikan kebohongan itu menjadi kebaikan. kebohongan itu tidak diperbolehkan tetapi dalam islam terdapat kebohongan yang diperbolehkan yaitu ada 3 macam :
pertama, dalam kondisi al-harb (perang) misalnya dibutuhkan strategi yang kuat untuk mengalahkan lawan, yang tidak mungkin disampaikan secara terang-terangan kepada pihak lawan.
Kondisi kedua, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai dengan cara yang baik pula. Misalnya pihak ketiga (yang mendamaikan) memberikan hadiah kepada ke dua belah pihak yang diatasnamakan pihak yang bertikai. Atau menyampaikan salam berupa pujian kepada keduanya,
Kondisi ketiga, yaitu bohongnya suami kepada istri atau sebaliknya dengan tujuan untuk menampakkan rasa sayang berupa pujian atau gombalan, atau berjanji yang tidak wajib.
sikap jujur ini terdapat pada diri kita,maka ambil dulu nilai pada diri kita ingin dia percaya atau tidak itu masalah yg dia miliki tapi memang kita harus menanamkan sifat jujur pada diri sendiri setelah itu baru nanti ada penilaian orang lain yang melihat ucapan-ucapan yg kita lontarkan akan kebenarannya .intinya ambil saja dulu kejujuran tanamkan sifat itu pada diri kita, pasti akan ada timbul kepercayaan hingga tidak ada keraguan lagi orang lain kepada kita . Dengan begitu kita telah menyebarkan kejujuran kepada orang lain yang bisa dikatakan dakwah bilhal
Namun orang di zaman sekarang selalu mengedepankan suudzon dari pada kepercayaan, karena yg mereka lihat dan mereka rasakan adalah ketidak percayaan terhadap apa yang ada d sekitarnya, sehingga bawaannya adalah suudzon kepada setiap orang maka dari itu, Allah swt mengingatkan dalam Al-quran bahwa apapun kabar atau berita yg datang harus di klarifikasi terlebih dahulu dan bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya.
Kejujuran adalah sifat yg mahal dan sedikit orang yg Allah karunia kan untk memiliki sifat jujur, dan tertulis jg dalam Alquran bahwa orang yg jujur akan Allah tempatkan di tempat yang terbaik, maka dari itu, syaitan selalu menggoda manusia untk menjauh dari kejujuran baik terhadap orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, sikap kita untuk terus mendoakan yg terbaik dan tidak berhenti untuk berdoa meminta yg terbaik dari Allah swt, karena Allah swt yang maha membolak balikan hati manusia dan kebaikan datangnya dari Allah swt.
2. Meminta maaf dan Memberi Maaf
Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi kekurangannya itu, khususnya dosa kepada sesama manusia. Saat orang lain berbuat salah dan dosa yang terarah kepada kita, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf. Memaafkan menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.
Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak bisa disamakan. Sekalipun emosi menghampiri, membenci orang lain tidak akan membuatmu bisa melangkah tanpa beban lho. Ada beberapa alasan mengapa sekalipun sulit, kamu harus mau memaksa diri sendiri untuk memaafkan orang lain, bahkan terlebih dirimu sendiri.
Memberi maaf
Memaafkan memang tidak mudah, butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya. Adanya kebaikan bagi diri kita dan bagi orang lain akan menjadikan memaafkan menjadi sesuatu yang mungkin dilakukan. Para ahli psikologi mempercayai bahwa memaafkan memiliki efek yang sangat positif bagi kesehatan. Pemaafan (forgiveness) merupakan salah satu karakter positif yang membantu individu mencapai tingkatan optimal dalam hal kesehatan fisik, psikologis, dan spiritual. Pada beberapa tahun belakangan, pemaafan semakin populer sebagai psikoterapi atau sebagai suatu cara untuk menerima dan membebaskan emosi negatif seperti marah, depresi, rasa bersalah akibat ketidakadilan, memfasilitasi penyembuhan, perbaikan diri, dan perbaikan hubungan interpersonal dengan berbagai situasi permasalahan. Termasuk pengertian memohonkan ampun bagi mereka adalah mendoakan kebaikan bagi mereka, mengusahakan kebaikan bagi mereka, dan sebagainya.
Memaafkan orang yang bersalah kepadamu bukan hanya membuat mereka terlepas dari rasa bersalah, tapi membuatmu semakin bersyukur karena kamu masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain. Jadi, sudah siap untuk memaafkan orang yang selama ini menyakitimu? jangan lupa ya untuk memaafkan dirimu sendiri lebih dulu. Lepaskanlah dirimu dari semua rasa bersalah akan masa lalumu.Apa pun dan bagaimana pun lukamu berkembang dan menyiksamu saat ini, cobalah untuk memaafkan dan berjuanglah menerima bagaimanapun keadaanmu.
Agar kita menjadi seorang pribadi yang pemaaf adalah dengan cara kita jangan selalu pikirkan kesalahan orang lain kepada kita melainkan kita juga harus memikirkan kebaikan yang pernah diberikan kepada kita walaupun hanya satu kali. Namun terkadang Memaafkan lahir dan batin itu sangat sulit untuk di lakukan bagi seorang manusia normal yg telah tersakiti hatinya. maka dari itu Allah swt mengistimewa orang2 yg memaafkan secara lahir dan batin dengan derajat yg paling mulia d sisi Allah swt.
Lalu bagaimana sikap kita k jika orang tersebut berbuat salah kepada kita yaitu kita perlu maafkan orang yang salah kepada kita walaupun dia tidak meminta maaf dan jika bisa kita berikan orang tersebut nasihat dengan tidak menyinggung perasaannya. yang mana terdapat dalam surat Al-a'raf ayat 7 yang Artinya: ”Jadilah engkau pemaaf dan serulah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf (baik) dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Q.S. Al-A’r. af [7]: 199).
Meminta Maaf
Kata yang semestinya terucap setelah melakukan kesalahan adalah "Maaf". Wajarnya pada saat menyadari bahwa diri telah melakukan kesalahan maka meskipun sukar diucapkan, tetap saja perlu untuk meminta maaf pada seseorang yang telah "tanpa sengaja" disakiti tersebut. Namun, walau hanya satu kata kenapa sukar diucapkan? Karena pada umumnya kita lebih mendahulukan gengsi, dan karena kesombongan yang berada di dalam diri kita sendiri. Contohnya karena merasa diri telah memiliki jabatan yang jauh lebih tinggi, atau karena merasa lebih kaya, atau lebih pintar, maupun lebih tua.
Bukankah sebaiknya kita melupakan itu semua? Melalui satu kata "maaf" ini, cukup mampu menghilangkan permusuhan maupun rasa dendam, dan kita bisa menjalin kembali hubungan yangg telah retak, kita bisa mendapatkan seorang teman lagi, kita bisa meraih damai dan ketenangan hidup kembali.
Dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak perkataan kita sampaikan ke orang lain dan begitu banyak perbuatan yang kita tunjukkan ke orang lain. Di antara puluhan hingga ratusan kata dan perbuatan itu, sangat mungkin sebagian di antaranya menyebabkan orang lain marah. Apa yang kita lakukan bila kita bersalah ke orang lain? Salah satu pengetahuan yang sudah lama kita simpan berkaitan dengan masalah ini adalah dosa orang tidak dimaafkan kecuali korban atau orang yang dirugikan memberi maaf. Memang ada kemungkinan orang yang menjadi korban dari perbuatan dzalim kita akan memberi maaf. Namun, ada kemungkinan juga dia tidak memberikan maaf. Dia simpan kebencian dan kemarahan dalam hatinya. Kalau itu yang terjadi, dosa tetap tersandang dalam diri kita. Karenanya, pilihan yang lebih proaktif, yaitu meminta maaf, menjadi pilihan yang lebih menjamin kepastian dihapuskannya dosa-dosa. Meminta maaf jelas merupakan salah satu bentuk kerendahan hati pribadi dan tentu juga merupakan salah satu bentuk keberanian manusia. Bangsa-bangsa di dunia ini menyikapi kesalahan kepada orang lain yang dilakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Orang-orang Eropa dan Amerika banyak yang tampil gentle. Gentleman adalah laki-laki yang memiliki budi pekerti atau perilaku dengan standar tinggi. Salah satu ciri penting yang mereka miliki adalah kesediaan untuk meminta maaf. Mereka segera meminta maaf begitu kesalahan itu mereka lakukan.
Tetapi kebaikan akan tertutup hanya dengan satu keburukan hal itu bisa dikatakan sebagian besar adanya, terkadang menghapus satu keburukan yang dilakukan kepada orang lain itu sulit dihilangkan meskipun sudah ada kata maaf, nah cara kita untuk mendapatkan kata maaf yang tulus dari seseorang yaitu dengan meminta maaf setulusnya .
Namun, kebaikan yg dilakukan akan mudah di lupakan orang tapi tidak untuk Allah swt, makanya kita sebagai orang islam di wajibkan dalam hal apapun untuk melakukan kebaikan hanya untk Allah swt dan berusaha tidak melakukan keburukan kepada orang lain harus tetap menjaga kebaikan hubungan antar sesamanya .Begitu pula sebaliknya keburukan kita sebagai manusia selalu akan di ingat oleh orang lain, makanya kita d minta oleh Allah untuk selalu istighfar dan bertaubat agar Allah swt menghapus keburukan kita dan menjadikan seluruh amal yg kita lakukan menjadi pahala untuk kita.
Komentar
Posting Komentar