Literasi Digital Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI di daerah Bogor
Laporan Hasil Analisis Kuisioner Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI di daerah Bogor
Di ajukan untuk memenuhi tugas kuliah
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari, M. Pd
Disusun Oleh:
Siti Maryam Khotib ( 1920.04. 009 )
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul Kuisioner Kemampuan Literasi Digital Tenaga Pendidik Tingkat SD/MI ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang kemampuan literasi digital tenaga pendidik bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hana Lestari, M. Pd selaku dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Bogor, 17 Juni 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade 1980-an, ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak saja di lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru menyebar luas pada dekade 1990-an manakala informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring. Dengan demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.
Perkembangan teknologi tidak hanya berbentuk komputer (perangkat keras), tetapi juga berupa kemajuan yang pesat juga terjadi pada sisi perangkat lunak. Pada awal pemakaian komputer, aplikasi yang digunakan berbasis teks. Sejak ditemukannya sistem operasi windows, yang mempunyai aksesibilitas yang ramah pengguna, mulailah bermunculan aplikasi pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk media digital. Laptop yang saat ini banyak beredar menjawab kebutuhan masyarakat di dunia berupa kemudahan mobillitas. Saat ini pun pemakaian laptop mulai tergantikan oleh penggunaan gawai dalam pemanfaatan media digital yang juga seiring dengan peningkatan jaringan internet yang luar biasa.
Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Jika generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial.
Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreat6if. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Keberhasilan membangun literasi digital merupakan salah satu indikator pencapaian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Kini internet semakin melekatnya pada kegiatan kita sehari-hari, mulai dari bangun tidur kita disuguhkan informasi cuaca hari ini, di perjalanan kita dapat melihat informasi lalu-lintas melalui gawai dan berita terkini pun dapat langsung diakses dengan satu sentuhan layar.
kita juga dituntut untuk memiliki kemampuan analitis dan kritis dalam mengolah informasi yang dapat didapatkan dengan mudahnya, karena tidak semua informasi harus diterima kebenarannya.
Pada dasarnya literasi merupakan kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan suatu masalah. Namun kini literasi sudah bergeser maknanya menjadi kemampuan dalam mencari materi yang tepat sebagai referensi. Dengan berubahnya sumber materi atau informasi, demikian juga dengan cara menyaring informasi yang didapatkan.
Kemampuan literasi informasi sudah seharusnya menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki orang semua orang saat ini. Dengan pertumbuhan yang sangat pesat dan meningkatnya kompleksitas dan luasnya dataran informasi yang tersedia, memahami bagaimana menavigasi dan menganalisis informasi dengan kritis merupakan pondasi kesuksesan sama depan.
Melihat data tersebut, mempelajari dan mengasah kemampuan literasi informasi sedini mungkin merupakan kewajiban bagi setiap orang tua, guru, dan sekolah sebagai upaya untuk menjaga masa depan generasi selanjutnya.
Maka dari itu kuesioner ini dibuat bertujuan sebagai bahan pertimbangan akan tindakan yang akan di ambil untuk keberlangsungan proses pembelajaran saat ini dan kedepannya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah Tenaga pendidik SD/MI memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi ?
2. Apakah tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan hardware seperti menyalakan komputer , menggunakan mouse, keyboard dan printer ?
3. Apakah Tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan software seperti menggunakan word, excel, powerpoint dan lainnya?
4. Apakah dengan memiliki kemampuan digital memberikan dampak positif bagi pendidik?
5. Apakah pendidik merasa kesusahan dalam melibatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran?
6.Apa kelebihan yang dirasakan pendidik dengan memiliki kemampuan literasi digital?
7. Apa yang mejadi kendala, sehingga membuat pendidik kesusahan dalam menerapkannya?
8. Solusi apa yang harus dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memiliki kemampuan literasi digital?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Apakah Tenaga pendidik SD/MI memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi
2. Untuk mengetahui Apakah tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan hardware seperti menyalakan komputer , menggunakan mouse, keyboard dan printer
3. Untuk mengetahui Apakah Tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan software seperti menggunakan word, excel, powerpoint dan lainnya.
4. Untuk mengetahui Apakah dengan memiliki kemampuan digital memberikan dampak positif bagi pendidik.
5. Untuk mengetahui Apakah pendidik merasa kesusahan dalam melibatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
6. Untuk mengetahui Apa kelebihan yang dirasakan pendidik dengan memiliki kemampuan literasi digital.
7. Untuk mengetahui Apa yang mejadi kendala, sehingga membuat pendidik kesusahan dalam menerapkannya.
8. Untuk mengetahui Solusi apa yang harus dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memiliki kemampuan literasi digital.
D. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui media WhatsApp secara pribadi oleh pihak pembuat kuesioner kepada pihak tenaga pendidik (responden).
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden baik secara langsung maupun tidak Iangsung. Kuesioner atau angket secara umum dapat berbentuk pertanyaan atau pernyataan yang dapat dijawab sesuai bentuk angket. Pada penelitian kali ini saya menggunakan angket campuran yakni cara menjawabnya ada sekitar 5 pertanyaan hanya check list (√) pada kolom pertanyaan yang tersedia dan 3 pertanyaan berbentuk pernyataan.
E. Peserta/ Responden
Peserta atau responden dalam kegiatan pengisian kuesioner kepada seluruh tenaga pendidik. Namun , difokuskan tenaga pendidik yang mengajar pada tingkat SD/MI.
BAB II
PEMBAHASAN
Pada dasarnya literasi merupakan kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan suatu masalah. Namun kini literasi sudah bergeser maknanya menjadi kemampuan dalam mencari materi yang tepat sebagai referensi. Dengan berubahnya sumber materi atau informasi, demikian juga dengan cara menyaring informasi yang didapatkan.
Kemampuan literasi informasi sudah seharusnya menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki orang semua orang saat ini. Dengan pertumbuhan yang sangat pesat dan meningkatnya kompleksitas dan luasnya dataran informasi yang tersedia, memahami bagaimana menavigasi dan menganalisis informasi dengan kritis merupakan pondasi kesuksesan sama depan.
Melihat data tersebut, mempelajari dan mengasah kemampuan literasi informasi sedini mungkin merupakan kewajiban bagi setiap orang tua, guru, dan sekolah sebagai upaya untuk menjaga masa depan generasi selanjutnya.
Maka dari itu kuesioner ini dibuat bertujuan sebagai bahan pertimbangan akan tindakan yang akan di ambil untuk keberlangsungan proses pembelajaran saat ini dan kedepannya.
1. Apakah Tenaga pendidik SD/MI memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 100% tenaga pendidik SD /Mi daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi.Dengan teknologi menunjukan bahwa memang diperlukan dalam media pembelajaran apalagi dalam kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk belajar kesekolah,para guru dan siswa bisa belajar secara daring ( online ) sehingga memudahkan untuk pembelajaran ketika tenaga kerja memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi.Namun, dari 100% responden tidak seluruhnya dapat menguasai literasi digital.
2. Apakah tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan hardware seperti menyalakan komputer , menggunakan mouse, keyboard dan printer ?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 100% tenaga pendidik SD /Mi daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi dengan begitu, tenaga pendidik SD/MI di daerah bogor dapat mengoperasikan hardware seperti menyalakan komputer , menggunakan mouse, keyboard dan printer.
3. Apakah Tenaga pendidik SD/MI dapat mengoperasikan software seperti menggunakan word, excel, powerpoint dan lainnya?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 100% tenaga pendidik SD /Mi daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi . Namun,tenaga pendidik SD/MI di daerah bogor hanya 90,9% yang dapat mengoperasikan software seperti menggunakan word, excel, powerpoint dan lainnya.
4. Apakah dengan memiliki kemampuan digital memberikan dampak positif bagi pendidik?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 81.8 % tenaga pendidik SD /Mi daerah bogor mendapatkan dampak positif ketika memiliki kemampuan menggunakan literasi digital.
5. Apakah pendidik merasa kesusahan dalam melibatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran?
Dari gambar di atas menunjukan bahwa 45,5 % merasa kesulitan dan 45,5 tenaga pendidik SD /Mi daerah bogor tidak merasa kesulitan karena sudah dibekali kemampuan menggunakan teknologi.
6. Apa yang mejadi kendala, sehingga membuat pendidik kesusahan dalam menerapkannya?
Jawaban yang didapatkan dari setiap responden mengenai apa yang mejadi kendala tenaga pendidik dalam menerapkankan literasi digital
1. Kendalanya pada adaptasi dan signal provider.
2. jika letak geografis nya tidak mendukung, salah satu contoh belum masuk nya pembangunan jaringan internet yg menyeluruh.
3. Ketidaksediaan alat teknologi yang memadai di sekolah.
4. Pendidik yang memiliki usia muda mungkin sudah banyak yang menerapkan, karena mereka diajarkan ketika mereka masih sekolah. Sedangkan pendidik yang berusia lanjut mungkin akan sulit menerapkannya karena belum pernah belajar mengenai teknologi - teknologi yang semakin canggih.
Karena lokasi di daerah pegunungan
Kendala bagi seorang pendidik dalam menerapkan pembelajaran dengan teknologi digital yaitu karena kurangnya ketersediaan alat teknologi yang dimiliki sekolah.
5. Karena usia mereka yang masih belia, sehingga harus diberikan pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dimengerti seusianya.
6. kurangnya akses internet dan tidak semua peserta didik memiliki smarphone.
7.Fasilitas yang dimiliki oleh guru dan lembaga kurang memadai maka dari itu guru dituntut untuk lebih kreatif untuk memberikan materi kepada murid-murid agar terciptanya KBM yang baik dan menyenangkan
8. Kurangnya Fasilitas sekolah dan kreatifitas dari tenaga pendidik.
Dari 8 responden dapat disimpulkan bahwa setiap tenaga pendidik SD/MI khusus nya daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi. Namun terkadang dari setiap responden memiliki kendala sehingga kesulitan dalam penerapan dalam pembelajaran.Letak geografis nya tidak mendukung, salah satu contohnya belum masuk pembangunan jaringan internet yg menyeluruh , selain itu yang menjadi kendala yaitu fasilitas yang dimiliki oleh guru dan lembaga kurang memadai maka dari itu guru dituntut untuk lebih kreatif untuk memberikan materi kepada murid-murid agar terciptanya KBM yang baik dan menyenangkan.
7. Apa kelebihan yang dirasakan pendidik dengan memiliki kemampuan literasi digital?
Jawaban yang didapatkan dari setiap responden mengenai kelebihan yang dirasakan tenaga pendidik dengan memiliki kemampuan literasi digita.
1. Waktu yang fleksibel
2. dengan memiliki pemahaman dan kemampuan literasi baik non digital maupun digital,semua model maupun metode pembelajaran itu bukanlah suatu hal yg menyulitkan, bahkan jika seorang dosen jika sudah terbiasa dalam perkuliahan menggunakan teknologi komputer yg terkoneksi dengan media internet, ketika dihadapkan dengan keadaan yg memaksa seperti halnya pada masa pandemi sekarang ini. hal ini pun bukanlah suatu yg baru.Lebih mudah dalam bekerja Dizaman sekarang ini banyak hal yang menggunakan teknologi.contohnya seperti informasi - informasi yang disampaikan melalui teknologi digital, dan membuat data dengan mudah menggunakan teknologi tersebut tanpa harus ditulis tangan. Karena sekarang sudah zaman modern, maka kita harus memiliki kemampuan literasi digital, untuk memudahkan kita dalam mengerjakan sesuatu.
3.pekerjaan jadi mudah
4.Bisa mengkombinasikan pembelajaran dengan media digital, dan itu sangat membantu dalam proses penyampaian pembelajaran.
5.Lebih mudah menjangkau informasi dan memudahkan pekerjaan yang berbasisi IT.
6. Lebih mudah dalam mencari informasi
jangkauan yang lebih luas.
7. Mempermudah kegiatan belajar mengajar dan membuat motivasi belajar anak lebih baik jika belajar 8.menggunakan perangkat teknologi, seperti melihat gambar, Vidio yang berkaitan dengan materi yang sedang diajarkan dan mempermudah memasukan nilai dan menyusun nya ketika memiliki kemampuan literasi digital.
9.Lebih memudahkan dalam melaksnakan pekerjaan
Dari 9 responden dapat disimpulkan bahwa setiap tenaga pendidik SD/MI khususnya daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi sudah merasakan kelebihan setelah menggunakan teknologi.Dengan memiliki pemahaman dan kemampuan literasi baik non digital maupun digital,semua model maupun metode pembelajaran itu bukanlah suatu hal yg menyulitkan, bahkan jika seorang dosen jika sudah terbiasa dalam perkuliahan menggunakan teknologi komputer yg terkoneksi dengan media internet, ketika dihadapkan dengan keadaan yg memaksa seperti halnya pada masa pandemi sekarang ini. hal ini pun bukanlah suatu yg baru dengan teknologi memudahkan dalam melakukan pekerjaan mengenai pembelajaran seperti memasukan nilai, menghitung nilai, dan memudahkan dalam menyimpan data-data. Maka dari itu, Tenaga pendidik harus memiliki kemampuan literasi digital.
8. Solusi apa yang harus dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memiliki kemampuan literasi digital?
Jawaban yang didapatkan dari setiap responden mengenai Solusi yang harus dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memiliki kemampuan literasi digital.
1. Pelatihan tenaga pendidik untuk lebih dalam memahami sistem pembelajaran online
2. jika masih ditemukan atau ada beberapa tenaga pendidik yg memang belum melek teknologi apalagi sekarang memasuki era industri 4.0, maka harus di adakan pelatihan maupun peningkatan kemampuan yang maksimal, sehingga siap untuk berkiprah.
3.Adakan pelatihan, lengkapi sarana dan prasarana digital. Tingkatkan kemampuan dan kemauan dari setiap warga sekolah
4. Mungkin tenaga pendidik yang tidak memiliki kemampuan literasi digital bisa meminta tolong diajarkan kepada yang sudah memiliki kemampuan dibidang tersebut.
5.Dengan bimbingan dan penyuluhan agar tercapai sesuai dengan yang diharapkan
6. Jika seorang pendidik merasa kurang menguasai kemampuan literasi digital, maka seorang guru pun harus mau mempelajarinya agar dapat menguasainya. Karena seorang guru yang baik yaitu yang selalu terus belajar dan belajar.
7. Harus diberikan pembinaan mengenai literasi digital yang merata kepada setiap tenaga pendidik, agar nantinya lebih mudah dalam menyampaikan pembelajaran.
8. ada pembekalan dan pelatihan
Agar tidak gaptek
9. Kembali pada diri sendiri guru harus berpikir bahwa kemampuan literasi digital sangat penting dalam proses KBM, guru yang mungkin kurang memiliki kemampuan literasi digital bisa meminta bantuan kepada guru yang lain ketika mengalami kesulitan atau belajar otodidak dan bisa juga pihak lembaga dapat membantu meningkatkan skill literasi digital guru dengan cara mengadakan seminar tentang teknologi digital dalam KBM atau memilih hari khusus dimana guru-guru saling memberikan / sharing ilmunya yang berkaitan dengan literasi digital untuk meningkatkan skill guru-guru di lembaga tersebut
10. Sekolah memfasilitasi kelengkapan digital, guru-guru dalam workshop/diklat/seminar dalam meningkatkan kompetensi digitalnya.
Dari 10 responden dapat disimpulkan bahwa setiap tenaga pendidik SD/MI khususnya daerah bogor sudah memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi . Namun, dari tidak semua tenaga pendidik menguasai dalam menggunakan semua teknologi. Kurangnya Pemahaman tentang literasi informasi yang perlu disampaikan agar para pendidik mengetahui dan memahami manfaat keterampilan literasi informasi. Dengan begitu, Solusi yang harus dilakukan agar seluruh tenaga pendidik memiliki kemampuan sekaligus menguasai literasi digital yaitu dengan mengadakan pelatihan, dengan dilengkapi sarana dan prasarana digital dan Tingkatkan kemampuan dan kemauan dari tenaga pendidik untuk menguasai literasi digital. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan literasi digital para guru perlu dilakukan dan dikembangkan dengan mengundang banyak peserta dari sekolah lain, sehingga terwujud generasi peserta didik dan guru dilingkungan sekolah yang literate terhadap budaya membaca, menulis, mengolah, dan mengevaluasi informasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan teknologi tidak hanya berbentuk komputer (perangkat keras), tetapi juga berupa kemajuan yang pesat juga terjadi pada sisi perangkat lunak. Pada awal pemakaian komputer, aplikasi yang digunakan berbasis teks. Sejak ditemukannya sistem operasi windows, yang mempunyai aksesibilitas yang ramah pengguna, mulailah bermunculan aplikasi pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk media digital. Laptop yang saat ini banyak beredar menjawab kebutuhan masyarakat di dunia berupa kemudahan mobillitas. Saat ini pun pemakaian laptop mulai tergantikan oleh penggunaan gawai dalam pemanfaatan media digital yang juga seiring dengan peningkatan jaringan internet yang luar biasa.
Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya.
Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Terlebih lagi kepada tenaga pendidik yang harus lebih memahami bahkan menguasai terhadap teknologi untuk mengintegrasikan keterampilan literasi informasi dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Baik guru maupun tenaga perpustakaan sekolah/madrasah memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik yang kritis dalam mengolah informasi. Guru, sebagai pendidik yang memiliki jalur utama dalam berkomunikasi dengan peserta didik di sekolah, dapat mengajarkan keterampilan literasi informasi dalam proses pembelajaran. Sementara itu, tenaga perpustakaan sekolah memiliki peran sebagai information guard, sehingga keberadaan perpustakaan di sekolah benar-benar menjadi jantung pembelajaran dan pusat sumber belajar bagi para peserta didik.
B. Saran
Para peserta didik yang sudah memiliki kompetensi literasi informasi berdasarkan standar ACRL diharapkan dapat menelusuri informasi yang semakin melimpah, mampu menyeleksi informasi yang dibutuhkan (sumber-sumber informasi tercetak dan/atau elektronik), mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penyelesaikan tugas-tugas di sekolah, serta menyajikan informasi secara etis. Pentingnya keterampilan literasi tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas pelajarannya dengan baik di sekolah, tetapi juga berlanjut ke tingkat perguruan tinggi, bahkan pada lingkungan kerja dan masyarakat.
Daftar Pustaka
https://docs.google.com/forms/d/1AVPIhGjpRMe7CaybwZ00-7ZpCWSJhiqcP4cxr2v9wlA/edit
https://www.researchgate.net/publication/321884718_Upaya_Peningkatan_Kemampuan_Literasi_Digital_Bagi_Tenaga_Perpustakaan_Sekolah_dan_Guru_di_Wilayah_Jakarta_Pusat_Melalui_Pelatihan_Literasi_Informasi
https://www.google.com/search?safe=strict&client=ms-android-samsung&sxsrf=ALeKk011Qe9nq1aUgP47_mMtb6Kg3nDHFw%3A1592465278073&ei=fhfrXvz-A4LYz7sP756d4AM&q=contoh+literasi+digital+dalam+pendidikan&oq=literasi+digital.tenaga+pendidik&gs_lcp=ChNtb2JpbGUtZ3dzLXdpei1zZXJwEAEYADIECAAQRzIECAAQRzIECAAQRzIECAAQRzIECAAQR1AAWABg1zJoAHABeACAAQCIAQCSAQCYAQA&sclient=mobile-gws-wiz-serp





Komentar
Posting Komentar